Anda akan rugi kalau tidak menonton War for the Planet of the Apes waktu film ini dirilis di bioskop nanti.
Penulis : Ade Irawan
Kami hampir nggak pernah mendengar orang di sekitar kami membicarakan trilogi yang menceritakan kebangkitan spesies primata karena percobaan yang berakhir gagal. Banyak orang yang lebih senang membicarakan dunia Marvel atau cerita yang akan terjadi di Justice League setelah kita semua tahu masa lalu Wonder Woman, bahkan orang lebih sering membicarakan Transformers—walaupun itu sangat buruk.
Namun, sekarang kami harus beri tahu Anda kalau trilogi ini sangat keren!
Setelah dua film yang penuh dengan makna dalam Rise of the Planet of the Apes (2011) dan Dawn of the Planet of the Apes (2014), waralaba dari trilogi ini ditutup dengan sangat cakap dalam War of the Planet of the Apes.
Rasanya kami tidak perlu membeberkan lagi cerita besar dari film ini karena sudah tertulis di judul. Kata “War” yang dipakai memang menggambarkan film ini penuh dengan peperangan. Anda akan melihat peperangan intens mulai dari awal film—ya film langsung dibuka dengan perang “kecil” yang sangat menentukan cerita selanjutnya—jadi kami harap Anda tidak terlambat masuk ke dalam studio saat menontonnya nanti.
Dalam film ini, kumpulan kera, simpanse, dan orangutan pimpinan Caesar (Andy Serkis) hidup bersembunyi di hutan dan terus mencari tempat baru agar tidak tersentuh oleh tangan manusia. Namun, manusia masih menganggap kumpulan ini berbahaya dan harus segera dimusnahkan.
Menurut kami, perpaduan antara sutradara Matt Revees dengan kemampuan akting dari Andy Serkis sebagai tokoh sentral dalam film ini sungguh luar biasa. Anda akan dibawa ke dalam kisah suram dari Caesar yang kali ini dipenuhi oleh kebencian dan dendam. Di satu sisi, Caesar ingin sekali melindungi kawanannya dari tangan-tangan manusia, tapi dia juga ingin membalaskan semua kemarahannya kepada pemimpin tentara jahat (Woody Harrelson).
Cerita yang dibawa dalam film War for the Planet of the Apes juga sangat kuat. Kita semua dibawa dalam dunia perang saat semua orang bisa melakukan apa saja, mulai dari pengkhianatan, setia kawan, dan pengorbanan, termasuk rasa belas kasih khas manusia—walaupun film ini semua dilakukan oleh kera.
Dengan kata lain, film ini mengajarkan kita untuk berpikir apa ras kita sebenarnya adalah ras terbaik. Sepertinya sih bukan.
Matt Revees juga tidak hanya memasukkan aksi yang tidak kunjung usai sampai akhir, ketegangan di beberapa bagian, dialog yang bagus, sekaligus lawakan sederhana yang dibawa oleh Bad Ape (Steve Zahn) yang setidaknya bumbu bagus untuk sebuah film perang.
Untuk sebisa mungkin tidak memberikan bocoran sedikit pun, kami merasa kalau film ini masih bisa dilanjutkan. Upsss…!!! Kami harap sih begitu.
Well, film ini baru akan dirilis di bioskop Indonesia mulai tanggal 26 Juli 2017 nanti. Kalau memang Anda salah satu orang yang melewatkan trilogi ini, setidaknya Anda bisa mengejar dengan menonton dua film sebelumnya sebelum ditutup oleh War for the Planet of the Apes akhir bulan nanti.
Dan kami berharap banyak orang yang akan membicarakan trilogi ini nantinya—atau film reboot Planet of the Apes di masa mendatang.











0 comments:
Post a Comment