
Sergio Ramos didakwa UEFA karena dianggap secara sengaja mendapatkan kartu kuning saat Real Madrid mengalahkan Ajax di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Pemain timnas Spanyol itu ganjar kartu kuning pada menit ke-89 saat timnya menang 2-1 di Amsterdam, itu berarti dia diskors untuk pertandingan leg kedua di Santiago Bernabeu pada 6 Maret. Dengan begitu dia bisa terhindar dari hukuman akumulasi kartu kuning di perempat-final.
Ramos mengatakan setelah pertandingan, bohong bila pikiran untuk mendapat kartu kuning tidak ada di benaknya. Tapi kemudian dia meluruskan komentarnya tersebut.
“Melihat hasilnya saya akan berbohong jika saya mengatakan itu tidak disengaja,” katanya.
“Itu sesuatu yang saya pikirkan, bukan untuk meremehkan lawan atau mengatakan laga sudah berakhir tetapi dalam sepak bola Anda harus mengambil keputusan yang sulit jadi saya memutuskan untuk melakukannya.”
Namun, setelah menyadari itu merupakan komentar negatif, Ramos mencoba untuk meluruskannya melalui sosial media.
“Dalam pertandingan selalu ada ketegangan dan Anda harus mengambil keputusan dalam hitungan detik. Hal terbaik malam ini adalah hasilnya, yang terburuk saya tidak akan bermain di leg kedua karena satu momen dalam pertandingan,” tulisnya.
UEFA tetap memutuskan mendakwa kapten Real Madrid itu atas tuduhan sengaja mendapat kartu kuning. Badan Kontrol Etika dan Disiplin UEFA akan menyidangkan kasus ini pada Kamis 28 Februari 2019.
Pekan lalu, gelandang Valencia Geoffrey Kondogbia diberi larangan dua pertandingan oleh UEFA karena sengaja mendapat kartu kuning pada pertandingan Liga Eropa melawan Celtic. Ia dapat kartu kuning pada menit ke-82 saat timnya menang 2-0 di Glasgow karena mengulur-ulur waktu.
Perhitungan pada leg pertama awal bulan ini, membuat pemain berusia 32 tahun itu absen di leg kedua.
(Sumber: goal.com)





0 comments:
Post a Comment